Berita
Babel Bersiap Menyambut Kegiatan PPMN ke-III 2017

Pimpinan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Gerakan Pramuka dengan Kwartir Daerah Bangka Belitung beserta jajaran Kementerian Agama menggelar pertemuan di Gedung Kwarnas, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2017).

‎Rapat tersebut secara khusus membahas mengenai persiapan kegiatan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-III di Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 15-20 Mei 2017 dengan jumlah peserta 10000 orang dari Pramuka Penegak.  ‎

Dari Kwarnas, ada ‎Kak Susi Yuliati Waka Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Kak Abdul Shobur Waka‎ Bidang Lingkungan Hidup dan Kesakaan, dan Kak Ridjal J Kotta Waka Bidang Badan Usaha Gerakan Pramuka (BUMGP) serta Dewan Kerja Nasional (DKN) Kak Ahmad Zaky.

Sementara ‎dari Kwarda Bangka Belitung ada Kak Hardijono sebagai Ketua Harian. Adapun dari Kemenag ada Kak Armi Rosdah Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Bangka Belitung, dan Kak Abdullah Faqih Kasubdit Kesiswaan Kemenag dan para Staf.

Kak Hardijono mengaku pihaknya merasa senang Bangka Belitung kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan perkemahan Pramuka tingkat nasional seperti PPMN. ‎Menurutnya, ini suatu kehormatan bagi  Kwarda Bangka Belitung untuk memberikan yang terbaik dalam kemah nanti.

“Tentu kami senang kita kembali menjadi tuan rumah untuk ivent-ivent kegiatan Pramuka tingkat nasional seperti PPMN, dimana tahun 2016 lalu kita juga sudah mengadakan kemah budaya tingkat nasional,” ujarnya. ‎

Ia mengatakan, banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan kemah tingkat nasional. Salah satunya sebagai media mempromosikan wisata Bangka Belitung, baik dari segi wisata alam, kuliner dan kearifan lokalnya.

“Dengan kemah ini semua jadi banyak yang tahu Babel.  Sehingga ketika mereka pulang bisa menceritakan kepada keluarga dan teman-temannya,” jelasnya. ‎‎

Sementara Kak Shobur mengatakan, pada prinsipnya Kwarnas mendukung adanya kegiatan PPMN yang diselenggarakan oleh Kemenag. Menurutnya, kemah adalah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari Pramuka, karena di sana pendidikan dan nilai-nilai kepramukaan diajarkan kepada ‎anggota.

“Jadi prinsipnya kami mendukung kegiatan PPMN, karena kegiatan kemah adalah bagian dari kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari Pramuka. Di sana banyak hal yang positif yang bisa diambil,” ujar Kak Shobur.

Untuk itu, demi suksesnya kegiatan ini, Kak Shobur meminta pihak Kemenag untuk meningkatkan koordinasi dalam melibatkan jajaran pengurus Kwarda dan Kwarcab, serta peran Saka‎. Sehingga, PPMN diharapkan bisa berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan. ‎

“Jadi semua yang terlibat harus bisa dimaksimalkan fungsi dan perannya, terutama bagaimana menyambut komunikasi dengan Kwarda dan Kwarcab,” jelasnya.